Sabtu, 11 Oktober 2025

SMP Muhammadiyah Mungkid Gelar Desiminasi dan Evaluasi Kerja 2025: Komitmen Tingkatkan Mutu dan Branding Sekolah


Mungkid, 11 Oktober 2025 – Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan serta memperkuat citra sekolah unggulan, SMP Muhammadiyah Mungkid menggelar kegiatan Desiminasi dan Evaluasi Kerja pada Sabtu, 11 Oktober 2025 bertempat di Aula SMP Muhammadiyah Mungkid.
Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dan diikuti oleh seluruh guru serta tenaga kependidikan dengan penuh antusias.

Sambutan Inspiratif Kepala Sekolah
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah, Ibu Dita Sulistiawulan, S.Pd., yang mengingatkan pentingnya rasa memiliki terhadap sekolah.

“Sekolah ini ibarat menjadi rumah kedua kita. Jika rumah hanya ditinggal saja maka akan rusak. Begitu juga sekolah kita, jika hanya didiamkan maka akan rusak, misalnya tidak adanya prestasi,” tutur Bu Dita penuh semangat.

Beliau menegaskan bahwa keberhasilan sekolah tidak terlepas dari kolaborasi seluruh warga sekolah—guru, karyawan, dan peserta didik—yang terus berinovasi serta menjaga semangat kebersamaan.
Desiminasi Praktik Baik dan Branding Sekolah
Acara dilanjutkan dengan Desiminasi Praktik Baik Sekolah Unggulan oleh Kepala Sekolah, yang memaparkan berbagai inovasi dan langkah strategis dalam pengelolaan serta peningkatan mutu sekolah.

Kemudian, Bapak Riadi Suprapto, S.Pd., menyampaikan materi bertajuk “Branding dan Marketing for School.” Beliau menjelaskan pentingnya membangun branding sekolah yang kuat dan berkarakter agar dikenal luas oleh masyarakat.

“Branding sekolah bukan hanya tentang logo atau slogan, melainkan tentang identitas dan nilai yang kita tunjukkan setiap hari kepada publik,” ujar Pak Riadi.

Beliau juga berbagi strategi branding yang efektif, termasuk peran media sosial, inovasi kegiatan, serta pelayanan publik yang ramah dan profesional.

Rapat Evaluasi Sekolah
Setelah sesi desiminasi, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Evaluasi Sekolah, yang membahas berbagai aspek penting seperti:

1. Evaluasi pembelajaran dan hasil belajar siswa
2. Tinjauan terhadap kegiatan sekolah selama semester berjalan
3. Penguatan pembentukan karakter peserta didik
4. Peningkatan kekompakan dan kolaborasi antar guru serta staf
5. Evaluasi prestasi akademik dan non-akademik siswa

Rapat berlangsung hangat dan partisipatif, di mana para guru saling bertukar ide, masukan, dan solusi untuk kemajuan sekolah ke depan.

Meneguhkan Komitmen Bersama
Melalui kegiatan ini, SMP Muhammadiyah Mungkid menunjukkan komitmennya untuk terus berkembang menjadi sekolah yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, dan memiliki daya saing tinggi.

Kegiatan ditutup dengan semangat baru dari seluruh peserta untuk terus berinovasi dan menjaga kekompakan dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik.


#SMPMuhammadiyahMungkid
#SekolahUnggulBerkarakter
#DesiminasiSekolah2025
#BrandingSekolah
#GuruBerkualitas
#PendidikanMuhammadiyah
#SekolahBerprestasi
#EvaluasiKerja
#BanggaMenjadiMuhammadiyah

Senin, 10 November 2014

Belajar.....
Aku lagi sedang asyik menulis soal di kertas lipat berwarna yang sudah dipotong-potong. Temanku yang sedang asyik nonton film, tiba-tiba ia penasaran dengan apa yang sedang aku lakukan. 
Diapun bertanya "Apa yang sedang kamu lakukan?".
"Aku sedang membuat soal untuk besok mengajar". jawabku.
"Oh gitu..." Ia melihat dan membaca soal yang ada di kertas. Ia penasaran untuk apa ini. Ia bertanya lagi.
"Memang bagaimana ngajarnya?". Akupun menjelaskannya dan ia mengangguk-ngangguk.
Kemudian ia melanjutkan nonton filemnya dan akupun masih mengerjakan pekerjaanku. Aku mencoba mengerjakan soal-soal untuk menemukan jawabannya. Temanku penasaran lagi. Ia pun bertanya "Apa yang sedang kamu kerjakan?"
"Aku mengerjakan soal-soal". jawabku
"Guru HARUS BELAJAR TERUS YA?". tanya temenku
Dengan tersenyum, aku jawab "Iya, ya dunk. Apa lagi teori yang kadang ada perubahan karena perkembangan".
Jawab dia, "Iya, ya.."
Keesookan harinya....
Aku masuk kelas dengan hati degdegan. Aku berusaha tenangkan diri. Kemudian aku mencoba menerapkan hal yang aku rencanakan. Aku meminta siswa untuk berdoa dan hafalan surat. Setelah selesai itu, tiba-tiba mereka membaca doa akan pulang dan membawa tas dan berdiri dari kursi. Mereka hanya bercanda. Tetapi ini menghilangkan beberapa menit untuk belajar.
Setelah itu aku mulai pembukaan dan masuk ke materi. Tetapi beberapa anak putri mengerjakan PR Bahasa Inggris, dan aku meminta untuk dimasukkan terlebih dahulu. Hal ini menghilangkan waktu jga.
Akupun memulai pelajaran, tetapi keadaan beberapa anak-anak belum siap belajar. Ada anak yang sudah siap dan ada yang belum siap. Jadi, pembelajaran belum terlaksana dengan maksimal. Aku harus belajar untuk membuat anak-anak siap untuk belajar.
Aku sudah belajar untuk mempersiapkannya, tetapi tidak cukup di sini saja. Aku juga harus belajar untuk saat dan setelah mengajar. Semangat ya,,,, kawannn
Study and study....
(Catatan_Zi)

Selasa, 04 November 2014

Impian Generasi Penerus Bangsa

Aku mengajar program tambahan di SMP Moechil. Sekolahan ini mempunyai anak-anak yang unik. Anak yang memiliki impian. Saat aku mengajar di kelas VIII E, aku menanyakan apa cita-cita mereka. Mereka menjawab dengan berbagai jawaban dan menjawab yang bervariasi. Ada dari mereka ingin menjadi jurnalistik, desainer, entertaiment, pengusaha, dokter, dosen, presiden dll. Ada yang menjawab dengan semangat, mantap, malu-malu, dan bingung. Sebenarnya dalam diri mereka itu mempunyai impian-impian yang akan menjadi penerus bagsa ini.Semua itu juga ada pngaruh dari guru yang menjadi orang tua kedua di sekolah.